Bantengan Seni Tradisional Jawa Timur, Mistis Namun Penuh Filosofi
Merupakan Kesenian yang Lahir Dari Perguruan Pencak Silat
Kesenian bantengan diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Singosari. Hal ini dibuktikan dari adanya relief di Candi Jago, Tumpang, Malang, Jawa Timur yang menggambarkan harimau (macan) melawan banteng. Sedangkan di sisi lainnya, juga terdapat gambar tarian menggunakan topeng banteng.
Lahirnya kesenian ini bermula dari perguruan pencak silat yang digunakan sebagai hiburan pemainnya. Ada yang menyebutkan juga bahwa bantengan merupakan bentuk kamuflase untuk mengelabuhi penjajah Belanda yang melarang keras perguruan tersebut. Kini, bantengan berkembang pesat di berbagai daerah Jawa Timur. Seperti di kawasan pegunungan Bromo Tengger, Welirang, Arjuno, dan Raung Argopuro. Sedangkan kelompok bantengan paling terkenal bisa Teman Traveler jumpai di Batu, Malang dan Pacet, Mojokerto.
Setiap kelompok bantengan memiliki ciri khas tersendiri dalam pementasannya. Unsur pencak silat biasanya terdapat pada bagian pembukaan pertunjukan sebagai ‘tunjuk keahlian’.
Hiburan Rakyat yang Menceritakan Perlawanan Terhadap Keburukan
Seni Tradisional Jawa Timu Bantengan ini sudah ditetapkan sebagai warisan budaya. Merupakan pertunjukan cerita rakyat melawan keburukan, yang diperankan dalam sosok binatang.
Selain itu juga terdapat tokoh pengganggu yang memicu perlawanan semakin sengit. Yaitu sosok kera yang digambarkan sebagai wujud sifat kikir dalam diri manusia.
Dalam alur ceritanya, banteng dan macan akan selalu bertarung ketika bertemu. Sedangkan monyet menjadi tokoh provokator yang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Permainan ini selalu dimenangkan oleh banteng, dimana memberikan pesan moral bahwa kebaikan akan selalu mendapatkan kemenangan.
Menjiwai Peran Hingga Kesurupan
Kesenian bantengan dimainkan oleh dua orang dalam satu grup yang membentuk satu badan banteng. Dimana satu orang menjadi kaki depan dan memegang kepala, sedangkan lainnya menjadi kaki belakang sebagai badan banteng. Keduanya bergerak kompak seperti satu tubuh, jiwa, dan roh.
Permainan semakin seru ketika memasuki tahap ‘Trans’ atau kesurupan, yaitu kondisi masuknya arwah leluhur ke dalam tubuh pemain bantengan. Pemain bantengan pemegang kepala biasanya menjadi sang misteri yang mengalami kesurupan.
Hal yang sama juga bisa terjadi pada pemain lainnya ketika mereka sangat menjiwai perannya masing-masing. Dalam kondisi ini, gerakan pemain menjadi tidak terkendali dan agresif, namun menjadi daya tarik paling ditunggu-tunggu oleh penonton.
Unsur Leluhur Adalah Bagian Terpenting Dalam Kesenian Bantengan
Selain tokoh pemeran diatas, dalam gebyak atau pertunjukan bantengan juga dilengkapi tokoh pendekar dan sesepuh (orang yang dituakan). Pendekar adalah orang yang mengendalikan banteng dengan membawa cambuk atau pecut. Sedangkan sesepuh adalah orang yang memanggil dan mengembalikan arwah leluhur banteng.
Bagian terpenting dari gebyak adalah upacara ritual sebelum acara dimulai. Ritual ini dilakukan untuk meminta izin pementasan bantengan kepada arwah leluhur setempat serta memanggil arwah leluhur bantengan. Dalam upacara ini digunakan sesajian untuk menyeleksi arwah leluhur yang datang dan memohon keselamatan.
Ragam Sesajian Bantengan yang Penuh Makna
Sesajian bantengan merupakan alat komunikasi dengan arwah leluhur serta manisfestasi kepercayaan. Adapun sesajian yang diberikan meliputi kelapa, pisang, beras, badek, susur, satu batang rokok, satu bungkus bedak, satu butir telur ayam kampung, kacang merah, kembang boreh, joroh, uang sesaji sebesar Rp. 500,-, bumbu dapur lengkap, kemenyan, dupa, dan kaca.
Bukan sembarang hidangan, sesajian bantengan sangat sarat makna. Buah kelapa dilambangkan sebagai lahan kering dan pisang bermakna persaudaraan antar warga.
Sedangkan beras, badek, susur, rokok, bedak, telur ayam kampung, kacang merah, kembang boreh, joroh, dan kaca mempunyai makna penghormatan bagi leluhur serta menjadi makanan bagi orang yang kesurupan.
Kesenian Bantengan Mengandung Banyak Nilai Moral Kehidupan
Selain nilai budaya, seni bantengan juga mengandung banyak nilai moral yang dijadikan pedoman kehidupan. Diantaranya adalah nilai religius yang terkandung dalam mantra serta bacaan shalawat dalam pementasan, nilai kepercayaan terhadap adanya makhluk ghaib, serta nilai sosial dalam bermasyarakat mengenai kebaikan maupun keburukan.
Itulah hal menarik kesenian bantengan asli Jawa Timur. Sebagai generasi muda, penting bagi kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya secara berkelanjutan.
Mengenal Lebih Dekat Bangunan Heritage di Kayutangan Malang Kayutangan yang ditetapkan sebagai kawasan warisan budaya (heritage) Kota Malang menyimpan segudang sisi sejarah yang menarik untuk dikupas. Informasi dari berbagai sumber menyebutkan wilayah ini disebut Kayutangan karena konon sebelum 1914 di sebelah timur pertigaan Jl. Oro-oro Dowo dengan Kayutangan terdapat petunjuk lalu lintas terbuat dari kayu berbentuk telapak tangan yang sedang menunjuk. Petunjuk tersebut mengarah ke tiga tempat. Ke arah barat menuju Batu, ke arah selatan menuju Blitar, dan ke arah utara menuju Surabaya. Selain itu, saat kawasan alun-alun mulai berkembang, di sepanjang jalan Kayutangan ditanami pohon-pohon yang daunnya berbentuk telapak tangan yang mengembang. Berbagai bangunan bernuansa kolonial banyak ditemukan pada kompleks pertokoan di sepanjang Jalan Kayutangan yang saat ini menjadi Jalan Basuki Rahmat. Pada sekitar tahun 1960-1970-an kawasan pertokoan digunakan untuk perdagangan umum, ...
SERBA SERBU ALBUM DANILLA RIYADI Penyanyi Danilla Jelita Poetri Riyadi atau biasa dikenal Danilla Riyadi kembali merilis karya terbarunya dalam bentuk album. Ya, album terbaru dari Danilla Riyadi diberi nama Pop Seblay. Sebuah album yang diklaim Danilla bergenre pop. Kompas.com merangkum serba-serbi album Pop Seblay dari Danilla Riyadi sebagai berikut. 1 . Arti nama Pop Seblay Dalam jumpa pers virtual, Danilla Riyadi memastikan, album Pop Seblay sangat berbeda dengan dua album sebelumnya. Bisa dikatakan, Pop Seblay merupakan gambaran ekspresi Danilla saat ini. “Sudah dipastikan lagu-lagu di dalam (album) ya, itu pop ya,” ujar Danilla melalui jumpa pers via Zoom, Senin (21/2/2022). Danilla kemudian menjelaskan arti nama Pop Seblay. “Pop adalah lagu yang sebenarnya dari dulu, referensi Danilla memang ada jazz, ada bosanova, dan lain-lain tapi pada dasarnya kami membuat lagu pop,” ungkap Danilla. “Kalau Seblay-nya itu, awalnya kami enggak mau pakai kata Seblay, secara int...
PAWANG HUJAN MANDALIKA MBAK RARA Nama Rara Istiani Wulandari berhasil menghebohkan dunia berkat aksinya menjadi pawang hujan di ajang MotoGP Mandalika 2022. Diketahui, hujan badai menerjang Sirkuit Mandalika. Alhasil balapan MotoGP ditunda hingga 1 jam. Namun, selama waktu itu, pawang hujan MotoGP Mandalika beraksi. Berikut Fakta Mbak Rara Si Pawang Hujan : 1.BAYARAN MBAK RARA Rara mengaku mendapatkan bayaran sebesar Rp5 juta per hari. "Saya dibayar MGPA dan ITDC. Bayaran saya itu tiga digit untuk 21 hari," kata Rara. Sedangkan, Rara bertugas selama 21 hari untuk ajang MotoGP Mandalika 2022. Itu artinya Rara dan timnya mengantongi bayaran sebesar Rp105 juta. 2.MBAK RARA PAWANG HUJAN LANGGANAN PEMERINTAH Kemudian, Rara mengatakan sering dipercaya oleh para pejabat negara terutama Menteri BUMN Erick Thohir untuk menjadi pawang huj...
Comments
Post a Comment